Kista Bartholin Saat Hamil


Kista Bartholin Saat Hamil


Kista Bartholin Saat Hamil,- Kelenjar bartolin adalah 2 kelenjar yang berlokasi di kanan dan kiri pada pembukaan liang vagina (bibir vagina). Kelenjar bartolin berfungsi untuk memproduksi mukus (lendir) untuk lubrikasi vagina (pelumas vagina). Kista bartolin terbentuk apabila kelenjar bartolin tersumbat dan sebabkan pembentukan kista yang berisi cairan.

Kista ini dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau sumbatan lokal karena lendir vagina. Apabila disebabkan oleh infeksi, kista bartolin dapat berubah menjadi abses bartolin. Kista bartolin umum terjadi pada wanita usia 20-29 tahun terutama mereka yang belum pernah hamil atau baru hamil sekali.
Kista bartolin dapat tumbuh membesar sampai sebesar telur. Kista tersebut tidak berbahaya namun dapat menyebabkan nyeri dan membuat jalan menjadi lebih sulit. Terapinya tergantung dari ukuran kista, rasa nyeri, apakah terinfeksi, dan usia pasien.


Kista kecil dapat hanya diobservasi saja dengan terapi direndam di air hangat beberapa kali dalam sehari selama 3-4 hari untuk mengurangi nyeri dan agar kista dapat pecah dengan sendirinya. Selain itu dapat juga dipasang selang kecil/kateter oleh dokter untuk mengeluarkan cairan dari kista. Apabila kista berulang kali kambuh setelah diterapi maka kelenjar bartolin dapat diangkat dengan operasi laser. Apabila pencetusnya masih ada (infeksi, sumbatan), kista memang dapat berulangkali kambuh.

Apabila dianggap mengganggu, tindakan operasi 'Marsupialisasi' dapat dilakukan oleh dokter spesialis ObGyn dengan dilakukannya sayatan kecil tergantung ukuran kista untuk mengeluarkan kista dan membersihkannya.

Teknik anestesi (bius) untuk operasi kista bartholin tergantung dari ukuran kista dan pilihan pasien tentunya. Apabila ukuran kecil, dapat dilakukan dengan anestesi lokal. Apabila ukuran kecil tapi ibu sangat cemas, akan diberikan obat tidur melalui sebelum operasi dimulai.

Apabila ukuran kista lebih besar yang menyebabkan proses operasi yang lebih lama, akan dipertimbangkan dengan anestesi regional, dalam hal ini yang sering dilakukan adalah anestesi spinal. Anestesi spinal dilakukan dengan menyuntikkan ke ruang subarachnoid di sekitar tulang belakang, suntikan biasanya dilakukan di daerah panggul belakang. Teknik ini akan menyebabkan kedua kaki tidak merespon nyeri dan tidak dapat digerakkan untuk sementara waktu.

Proses penyembuhan tentunya bergantung dari seberapa besar kista itu sendiri. Apabila ukuran kecil, ibu dapat segera melakukan aktivitas dengan sedikit pembatasan. Dapat dikatakan operasi ini tidak mengganggu janin, terutama karena kista tersebut berada di bagian luar jalan lahir. Tindakan anestesi yang dilakukanpun tidak mengganggu janin.

Pada kehamilan, apabila kista tidak menimbulkan keluhan maka kista tidak perlu diterapi, cukup diobservasi. Hal tersebut dikarenakan aliran pembuluh darah di daerah kemaluan meningkat dikarenakan kehamilan sehingga dikhawatirkan terjadi lebih banyak perdarahan.

Namun apabila memang menimbulkan keluhan, kista tersebut dapat dikeluarkan absesnya (nanah)  dan menggunakan antibiotik. Namun dikala hamil, pengeluaran cairan kista terkadang justru dapat menimbulkan infeksi tambahan.

Konsultasikan penanganan kista bartholin tersebut dengan dokter kebidanan Anda, semoga artikel ini bermanfaat. Salam sehat :)