Vagina Semacam Ini Akan Dihindari Kaum Pria

Vagina Semacam Ini Akan Dihindari Kaum Pria

 Pengobatan Kista Bartholin
Vagina Semacam Ini Akan Dihindari Kaum Pria,-  Vagina merupakan salah satu organ tubuh wanita yang sensitif. Vagina yang sehat sebanding dengan wanita yang sehat dan nyaman. Masalah seperti bau tak sedap, infeksi jamur, pendarahan, dan benjolan yang terjadi di bawah sana memang perlu perhatian segera. Selain mengganggu si wanita itu sendiri, juga akan dijauhi oleh kaum pria. Ada tujuh masalah serius yang mengintai vagina Anda serta cara mengatasinya.
  • Terjadi Infeksi Jamur

Jamur pada vagina adalah sebuah hal yang normal terjadi jika jumlahnya sedikit. Akan tetapi jika jumlah dari jamur berlebihan dan dapat menimbulkan infeksi, maka hal ini sudah bisa dikatakan abnormal dan bisa jadi akan membahayakan.

Satu hal yang memungkinkan terjadinya infeksi pada vagina adalah saat Anda mengenakan celana dalam atau bikini dengan tali yang bahannya tidak cocok untuk kulit vagina. Akibatnya, dia akan melukai bagian terlarang Anda dan menyebabkan infeksi jamur.

Solusinya, pilihlah bahan terbaik seperti katun untuk celana dalam Anda dan pastikan Anda memakainya dalam keadaan kering.
  • Tidak Mengalami Menstruasi

Biasanya seorang perempuan yang menelan pil KB untuk menghentikan sementara kehamilannya tidak mengalami menstruasi. Memang pada setiap wanita, efek ini berbeda-beda sebab pil KB berhubungan langsung dengan hormon kewanitaan.

Jika Anda ingin mengalami menstruasi lagi, maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan menghentikan pemakaian pil KB dan tunggu beberapa waktu agar tubuh menyeimbangkan kembali pola hormonnya. Kondisi di mana menstruasi tidak teratur atau malah tidak mengalami menstruasi ini dinamakan amenore.
  • Benjolan

Salah satu penyebab benjolan pada vagina adalah rambut yang akan tumbuh. Kondisi ini disebut kista bartholin. Vagina memiliki 2 kelenjar bartholin yang bertugas untuk mengeluarkan cairan pelumas, namun kelenjar ini juga bisa menghambat dan membengkak sehingga dapat menimbulkan infeksi. Hal serupa juga bisa terjadi di kelenjar internal vagina yang disebut kelenjar Skene.

Solusinya, jika rambut-rambut halus yang belum tumbuh, lakukan kompres hangat. Jika tetap membesar dan timbul sakit serta memerah, segera ke dokter untuk mengetahui apakah ada infeksi atau tidak. Jika terbukti ada infeksi pada bartholin atau Skene, biasanya perlu dilakukan pembedahan.
  • Vagina Kering

Dehidrasi dan konsumsi obat-obatan bisa menyebabkan vagina menjadi kering, inilah masalah vagina yang umum terjadi pada wanita.

Jika masalahnya adalah dehidrasi, maka Anda harus melakukan rehidrasi, namun jika masalahnya adalah obat, maka Anda harus menghentikan pemakaian obat tersebut. Selain dengan melakukan pengobatan pribadi, cara terbaik adalah dengan mengkonsumsi QNC Jelly Gamat terbuat dari bahan  alami yang mengatasi masalah kewanitaan.
  • Penularan Jamur

Masih ada kemungkinan seorang perempuan menularkan jamur pada pasangan atau suami. Apalagi jika sang suami memiliki daya imunitas yang kurang baik, diabetes, dan tidak sedang menggunakan antibiotik. Terlebih bagi pria yang tidak melakukan sunat sehingga ada bagian dari penisnya yang rawan akan benda-benda kotor.
  • Sakit Saat Berhubungan

Banyak hal yang menyebabkan hal ini terjadi, salah satunya adalah posisi rahim yang miring. Sedangkan biasanya posisi rahim dapat berubah akibat aktivitas. Tak terkecuali aktivitas seksual atau posisi saat bercinta. Solusi sederhananya adalah dengan melakukan terapi dan berhubungan seks dengan cara wanita berada di atas untuk sementara waktu.
  • Rasa Panas pada Vagina saat Buang Air Kecil

Hal ini terjadi merupakan imbas dari vagina yang terlalu kering. Bagaimana tidak? Anda yang sedang mengalami kekeringan pada vagina akan menderita sakit jika terjadi gesekan pada organ kewanitaan Anda.

Rasa perih ini akan semakin terasa saat buang air kecil. Solusinya adalah mengembalikan kesehatan vagina Anda.

Sarang Semut Ampuh Mengatasi Kista Bartholin

Sarang Semut Ampuh Mengatasi Kista Bartholin

 Pengobatan Kista Bartholin
Sarang Semut Ampuh Mengatasi Kista Bartholin,- Salah satu jenis penyakit yang sebenarnya cukup sering menyerang wanita, namun tak banyak ditanggapi serius adalah kista bartholin. Sebagaimana kebanyakan kasus kista, tanpa penanganan yang serius kista bisa beranjak menjadi tumor atau kanker. Kista ini tumbuh pada satu organ pada tepian bibir vagina bernama kelenjar vulvavginalis bartholin. Sebuah kelenjar kecil yang berukuran sebesar kacang polong dan berada tersembunyi di balik bibir vagina. 

Mudah sebenarnya mengenali keberadaan kista bartholin pada bibir vagina, karena lokasi kelenjar relatif dekat kulit, pembengkakan akan dengan mudah dikenali. Akan muncul pembengkakan di tepi bibir vagina. Pada tahap awal hanya cenderung memberi efek rasa linu pegal pada area bibir vagina, namun akan berubah menjadi nyeri ringan hingga medium ketika ukuran mulai besar. Pada kondisi besar, bisa sangat tidak nyaman bahkan untuk duduk apalagi untuk aktivitas seksual.

Salah satu obat herbal kista bartholin yang terbukti ampuh dan mendapat banyak rekomendasi pakar kesehatan adalah ekstrak sarang semut. Jenis herbal yang berasal dari tanaman epifit dari hutan tropis Papua ini memiliki bentuk khas berupa rongga dengan labirin di sisi dalamnya.

Satu penelitian yang digelar oleh Dr. M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama LIPI menunjukan bahwa sarang semut memang salah satu herbal dengan kekayaan anti oksidan terbaik dengan kemampuan untuk membersihkan tubuh mendekati 100%. 

Ada beberapa jenis tanaman sarang semut, namun tak semuanya mengandung khasiat sebagai obat herbal kista bartholin. Anda perlu memilih dari jenis khusus yang memiliki kandungan flavonoid terlengkap, yakni jenis asli Papua dengan nama ilmiah Myrmecodia pendans. Flavonoid dalam sarang semut inilah yang berperan besar mengatasi kista bartholin.

Kista Bartholin Saat Hamil


Kista Bartholin Saat Hamil


Kista Bartholin Saat Hamil,- Kelenjar bartolin adalah 2 kelenjar yang berlokasi di kanan dan kiri pada pembukaan liang vagina (bibir vagina). Kelenjar bartolin berfungsi untuk memproduksi mukus (lendir) untuk lubrikasi vagina (pelumas vagina). Kista bartolin terbentuk apabila kelenjar bartolin tersumbat dan sebabkan pembentukan kista yang berisi cairan.

Kista ini dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau sumbatan lokal karena lendir vagina. Apabila disebabkan oleh infeksi, kista bartolin dapat berubah menjadi abses bartolin. Kista bartolin umum terjadi pada wanita usia 20-29 tahun terutama mereka yang belum pernah hamil atau baru hamil sekali.
Kista bartolin dapat tumbuh membesar sampai sebesar telur. Kista tersebut tidak berbahaya namun dapat menyebabkan nyeri dan membuat jalan menjadi lebih sulit. Terapinya tergantung dari ukuran kista, rasa nyeri, apakah terinfeksi, dan usia pasien.


Kista kecil dapat hanya diobservasi saja dengan terapi direndam di air hangat beberapa kali dalam sehari selama 3-4 hari untuk mengurangi nyeri dan agar kista dapat pecah dengan sendirinya. Selain itu dapat juga dipasang selang kecil/kateter oleh dokter untuk mengeluarkan cairan dari kista. Apabila kista berulang kali kambuh setelah diterapi maka kelenjar bartolin dapat diangkat dengan operasi laser. Apabila pencetusnya masih ada (infeksi, sumbatan), kista memang dapat berulangkali kambuh.

Apabila dianggap mengganggu, tindakan operasi 'Marsupialisasi' dapat dilakukan oleh dokter spesialis ObGyn dengan dilakukannya sayatan kecil tergantung ukuran kista untuk mengeluarkan kista dan membersihkannya.

Teknik anestesi (bius) untuk operasi kista bartholin tergantung dari ukuran kista dan pilihan pasien tentunya. Apabila ukuran kecil, dapat dilakukan dengan anestesi lokal. Apabila ukuran kecil tapi ibu sangat cemas, akan diberikan obat tidur melalui sebelum operasi dimulai.

Apabila ukuran kista lebih besar yang menyebabkan proses operasi yang lebih lama, akan dipertimbangkan dengan anestesi regional, dalam hal ini yang sering dilakukan adalah anestesi spinal. Anestesi spinal dilakukan dengan menyuntikkan ke ruang subarachnoid di sekitar tulang belakang, suntikan biasanya dilakukan di daerah panggul belakang. Teknik ini akan menyebabkan kedua kaki tidak merespon nyeri dan tidak dapat digerakkan untuk sementara waktu.

Proses penyembuhan tentunya bergantung dari seberapa besar kista itu sendiri. Apabila ukuran kecil, ibu dapat segera melakukan aktivitas dengan sedikit pembatasan. Dapat dikatakan operasi ini tidak mengganggu janin, terutama karena kista tersebut berada di bagian luar jalan lahir. Tindakan anestesi yang dilakukanpun tidak mengganggu janin.

Pada kehamilan, apabila kista tidak menimbulkan keluhan maka kista tidak perlu diterapi, cukup diobservasi. Hal tersebut dikarenakan aliran pembuluh darah di daerah kemaluan meningkat dikarenakan kehamilan sehingga dikhawatirkan terjadi lebih banyak perdarahan.

Namun apabila memang menimbulkan keluhan, kista tersebut dapat dikeluarkan absesnya (nanah)  dan menggunakan antibiotik. Namun dikala hamil, pengeluaran cairan kista terkadang justru dapat menimbulkan infeksi tambahan.

Konsultasikan penanganan kista bartholin tersebut dengan dokter kebidanan Anda, semoga artikel ini bermanfaat. Salam sehat :)

Kista Bartholin Bisa Sembuh

Kista Bartholin Bisa Sembuh

Kista Bartholin Bisa Sembuh,- Apakah anda sudah lama mederita penyakit kista bartholin dan sudah melakukan banyak pengobatan namun belum ada hasilnya? Ace Maxs adalah solusi yang tepat dan ampuh mengobati penyakit kista bartholin secara tuntas tanpa harus melakukan operasi. Mari kita simak rahasia cara mengobati penyakit kista bartholin dengan obat herbal Ace Maxs.

Penyakit Kista Bartholin

Bartholin atau Kelenjar Bartholin adalah organ kecil  yang terdapat pada masing-masing labia (bibir vagina) yang terletak pada bagian intim wanita. Kelenjar ini berfungsi untuk mensekresikan cairan yang membantu melumasi vagina saat melaukan hubungan intim. Bentuk kelenjar bartholin sperti kacang polong, sebenarnya semua wanita di seluruh dunia memiliki kista di daerah vaginanya namun kista tersebut bisa berkembang tergantung dengan pola hidup, jika pola hidup anda tidak sehat maka kista pun bias berkembang dan membesar. Pada awalnya penyakit kista bartholin memang tidak memberikan efek nyeri atau sakit, tapi jika kista bartholin tersebut dibiarkan saja maka lama kelamaan akan membesar dan akan terasa sakit jika sudah terinfeksi.

Gejala kista yang tidak terinfeksi meliputi:

  • Sebuah benjolan menyakitkan di daerah vulva.
  • Kemerahan atau bengkak di daerah vulva.
  • Ketidaknyamanan ketika Anda berjalan, duduk, atau berhubungan seks
Gejala kista yang terinfeksi meliputi:

  • Rasa sakit yang semakin parah dan membuat sulit untuk berjalan, duduk, atau bergerak di sekitar.
  • Demam dan menggigil.
  • Pembengkakan di daerah vulva.
  • Drainase dari kista.
Penyebab Kista Bartholin

Kista bartholin  disebabkan karena adanya penyumbatan pada saluran kelenjar bartholin karena terinfeksi bakteri bakteri Gonococcus atau adanya pertumbuhan kulit pada saluran kelenjar bartholin. Penyakit kista bartholin bisa saja menular melalui hubungan intim karena adanya bakteri jahat yaitu Klamida dan Genore yang ditemukan pada daerah usus Escherichia coli.

Seperti yang sudah dijelaskan penyakit kista bartholin dapat terjadi pada bagian intim wanita yaitu daerah vagina akibat pola hidup yang tidak sehat sehingga kelenjar bartholin terseumbat dan menyebabkan kista berkembang. Biasannya penyakit kista bartholin menyerang pada wanita berusia antara 20 dan 30. Namun, bisa juga terjadi pada wanita yang lebih tua atau lebih muda. Jika kista sudah terinfeksi anda harus lebih berhati hati biasanya kista yang sudah terinfeksi akan memebentuk abses dan dapat menyebabkan gejala nyeri

Penyakit kista yang masih kecil dan tidak menimbulkan gejala apapun tidak pelu melakukan pengobatan, karena biasanya kista bartholin bisa mengempis dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu, namun jika anda merasakan gejala seperti yang dijelaskan di atas maka anda harus segera mengobati penyakit kista bartholin anda, karena jika tidak segera diobati maka kista bartholin akan semakin membesar dan memepengaruhi kesehatan anda dan hal terburuk pun bisa saja terjadi. Maka dari itu bagi anda yang menderita penyakit kista bartholin dan mengalami gejala-gejala kami rekomendasikan Ace Maxs kepada anda, terbukti sangat ampuh mengobati kista bartholin yang anda derita sampai tuntas. Info selengkapnya klik.

Sumber: Pengobatan Kista Bartholin

Infeksi Kelenjar Bartholin

Infeksi Kelenjar Bartholin




http://pengobatankistbartholin.blogspot.com/
Infeksi Kelenjar Bartholin,- Infeksi kelenjar bartholin ini terjadi karena penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri gonorea, stapilokokus atau streptokokus. Gejala infeksi kelenjar bartholin pada keadaan akut adalah sukar berjalan karena adanya nyeri, pada pemeriksaan dijumpai pembengkakan kelenjar, padat dan berawarna merah, sangat nyeri dan terasa panas disekitarnya. Pengobatan pada infeksi ini dengan insisi langsung untuk mengurangi pembengkakan dan mengeluarkan isinya, juga dengan pemberian antibiotika dosis tepat. Sebagian besar penderita sembuh, tetapi dapat menjadi menahun dalam bentuk kista bartholin yang memerlukan tindakan marsupialisasi (operasi untuk menyembuhkan kista dengan membuka mengeluarkan isis dan menjahit tepi kista dengan tepi irisan kulit) atau ekstirpasi (pengangkatan total) pada kistanya.

Kelenjar bartholin merupakan organ berukuran kacang polong yabng terletak pada posisi jam 5 dan 7 di introitus vagina. Dalam keadaan normal kelenjar ini tidak teraba. Kelenjar batholin dapat membesar akibat dilatasin kistik, abses ata adenokarsinoma (umumnya pada wanita >40 tahun). Dilatasi kistik duktus bartholin dapat disebabkan traum peradangan. Kista ini biasanya tidak menimbulkan gejala, dan pada wanita usia di bawah 40 tahun pada umumnya tidak memerlukan pengobatan. Abses infeksi kelenjar bartholin disertai dengan dispaurenia, nyeri vulva, nyeri saat berjalan, eritem, edema, dan mungkin selulitis pada jaringan sekitarnya.

Abses ini cenderung kambuh setelah insisi sederhana dan drainase. Terapi terpilihnya adalah melakukan marsupiliasi duktus tersebut atau memasukkan kateter Word selama 4 sampai 6 minggu. Antibiotik tidakdiresepkan kecuali jika absesnya disertai selulitis. Kelenjar ini harus diangkat untuk pemeriksaan histologikjika membesar pada wanita berusia >40 tahun karena berpotensi menjadi adenokarsinoma.

Infeksi bartholin disebabkan oleh penyumbatan pada saluran kelenjar bartholin. Dimana letak terseumbatnya saluran kelenjar bartholin penyebabnya adalah sejumlah bakteri yang termasuk dapat menyebabkan penyakit ayng menular seksual seperti klamidia dan gonore serta bakteri yang biasa ditemukan di saluran usus, misalnya Eschercia Choli.

Pada awalnya mungkin Anda tidak merasakan gejala apapun dan ini berarti penyakit kista baryholin tersebut masih dalam tahap yang belum parah. Akan tetapi apabila penyakit kista bartholin ini sudah dalam tahap akut atau parah maka jangan sesekali mengabaikan kista ini. Gejala yang biasanya muncul seperti berikut ini :
  • Benjolan agak besar dan rasa sakit
  • Ketidaknyamanan saat duduk atauu saat berjalan
  • Demam
  • Nyeri pada saat berhubungan seksual
  • Sebuah kista atau abses biasanya terjadi pada satu sisi lubang vagina saja.
Cara mengatasi infeksi kelenjar bartholin ini adalah dengan perawatan sendiri yaitu dengan berendam pada air hangats elama 10-15 menit dan dilakukan 3-4 kali dalam sehari. Untuk perawatan medis biasanya melalui pengobatan antibiotic, yaitu untuk mematikan bakteri yang ada pada kista bartholin tersebut dan mematikan bakteri yang menyumbat saluran kelenjar bartholin.

Anatomi Fisiologi Kelenjar Bartholin

Anatomi Fisiologi Kelenjar Bartholin

Anatomi Fisiologi Kelenjar Bartholin,- Kista merupakan masalah yang dapat ditemukan pada wanita usia reproduktif. Yang sering terserang kista bartolin adalah wanita umur 20 sampai 30 tahun, Kurang lebih 2% perempuan dapat mengalami kista bartolin, sehingga hal ini merupakan masalah yang perlu untuk dicermati.

Kista bartolin tidak menular secara seksual, meskipun penyakit menular seksual seperti Gonore adalah penyebab paling umum terjadinya infeksi pada kelenjar bartolin yang berujung pada terbentuknya kista dan abses, sifilis ataupun infeksi bakteri lainnya.

Risiko yang paling ditakuti pada kista bartolin yaitu jika kista terinfeksi maka dapat menjadi abses yang kronik, disamping itu jika terjadi abses akan menimbulkan nyeri akut dan infeksi. Jika abses bartolin ini tidak teratasi maka dapat timbul keganasan berupa adenokarsinoma yang dapat mengancam hidup. Oleh karena itu masalah kista ini penting yang menyangkut kualitas kesehatan reproduksi wanita. Sehingga dibutuhkan asuhan bidan dalam penanganan kasus kista bartolini agar kista tidak terinfeksi. 

  • Anatomi

Kelenjar bartholin merupakan salah satu organ genetalia eksternal (alat kelamin bagian luar), kelenjar ini biasanya berukuran sebesar kacang dan ukurannya jarang melebihi satu cm. Kelenjar ini tidak teraba kecuali sudah terinfeksi. Saluran keluar dari kelenjar ini bermuara pada celah yang terdapat diantara bibir bagian dalam vagina sampai tepi selaput dara. Kelenjar ini akan tertekan ketika berhubungan badan dan mengeluarkan sekresinya untuk membasahi atau melicinkan permukaan vagina.

Kelenjar bartholin terletak di bawah dan di kiri dan kanan dari pembukaan vagina pada wanita, lapisan kelenjar ini dilapisi oleh sel-sel epitel kubus, panjang saluran pembuangannya sekitar 2,5cm

  • Fisiologi




Pada lubang saluran vagina terdapat kelenjar bartholin yang berfungsi untuk membasahi dan mengeluarkan lendir yang memberikan pelumas vagina saat melakukan hubungan seksual. Kira-kira sepertiga dari saluran vagina kanan dan kiri. Dalam keadaan normal kelenjar ini tidak teraba.

Penyakit Kista Bartholin

Penyakit Kista Bartholin



Penyakit Kista Bartholin,- Kista bartholin adalah Tumor yang terjadi karena adanya oklusi saluran utama pada kelenjar vulvovaginalis bartholin. Dimana  kelenjar ini merupakan organ yang berukuran sebesar kacang polong yang terletak pada area kewanitaan, namun dalam keadaan normal kelenjar tidak akan tampak.

Kista bartholin merupakan jenis masalah yang umum dialami wanita pada usia produktif antara usia 20 hingga usia 30 tahun. Di Amerika Serikat 2% mengalami pembengkakan kelenjar bartholin, Namun penyakit ini jarang ditemukan pada pasien usia diatas 40 tahun.

Kista bartholin merupakan tumor jinak di organ reproduksi perempuan yang paling sering ditemui, bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya yang terbentuk di bawah kulit ataupun tempat lainnya dalam tubuh.

Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan yang menyebabkan kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya sehingga tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.

Kelenjar bartholini dinamakan juga glandula vestibularis mayor, memiliki panjang saluran 1-2 cm dan bermuara di kedua sisi bibir kemaluan. Saluran pada kelenjar bartholini rentan terhadap infeksi, karena bentuknya yang pendek dan sempit. Infeksi biasanya disebabkan karena bakteri terutama Neisseria gonorrhoeae tetapi dapat pula ditemukan infeksi sekunder oleh bakteri Streptococcus atau E. Coli. 

Kista bartholini terjadi ketika kelenjar mengalami infeksi atau peradangan yang menyebabkan sumbatan sehingga cairan lendir yang bercampur dengan nanah akan berkumpul dan membentuk sebuah kantung kista. Abses dapat terjadi jika kista mengalami infeksi, abses bartholini dapat disebabkan oleh sejumlah bakteri. Ini termasuk orgasme yang menyebabkan penyakit menular seksual seperti Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae. Umumnya abses ini melibatkan lebih dari lebih dari satu jenis organisme.

Pada saat terjadi peradangan, maka kelenjar bartholini akan membengkak, merah, dan nyeri. Kelenjar bartholini membengkak dan terasa nyeri bila penderita berjalan dan sulit duduk. Kista bartholini tidak selalu menyebabkan keluhan akan tetapi kadang dirasakan sebagai benda yang berat dan menimbulkan kesulitan pada waktu berhubungan seksual.

Tanda dan gejala kista bartholini yang tidak terinfeksi berupa penonjolan yang tidak nyeri pada salah satu sisi vulva disertai kemerahan atau pembengkakan. Adapun jika kista terinfeksi maka dapat berkembang menjadi abses bartholini dengan gejala seperti berikut ini:
  • Nyeri saat berjalan, duduk, beraktifitas fisik atau berhubungan seksual.
  • Umunnya tidak disertai demam, kecuali jika terinfeksi dengan organisme yang ditularkan melalui hubungan seksual.
  • Pembengkakan pada vulva selama 2-4 hari.
  • Biasanya ada secret di vagina.
  • Dapat terjadi rupture spontan.
Intulah sefikit penjelasan mengenai penyakit kista bartholin semoga bermanfaat.